Buruk Rupa dan Mendadak Curhat

Seharusnya hari Minggu kemarin, rutinitas pekerjaan sudah membuat jari jemari ini menari di keyboard. Duduk di depan kompi sekira lima jam lebih.  Tapi, akhirnya waktu cuti ditambah dengan libur karena sakit. Capek membaca, akhirnya coba aja menulis apa yang terlintas mumpung dah lama ga menulis. Jadinya, ya tulisan curhat gini.

Benjolan-benjolan kecil yang menyebar nyaris rata di sekujur tubuh penyebabnya.  Benjolan berisi air yang karenanya ia disebut cacar air.  Gatal. Digaruk bisa meletus sebelum waktunya, ditahan  benar-benar menguji nyali.

Apesnya, ada undangan yang sayang dilewatkan Selasa ini. Undangan dari Kantor Bahasa Provinsi Jambi yang ku kira acaranya sudah terlaksana sekian bulan lalu. Dan ketika bulan itu berlalu ada sedih menyapa lantaran tak menerima undangan dimaksud. Bhahaha…Ternyata acara tersebut akan digelar Selasa ini.

Eh mujurnya awak. Ternyata Rabu lalu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Bang Syaiful Bahri Lubis mengirim pesan di FB, menyampaikan undangan Diseminasi Program Pengayaan Kosakata. Memang jauh sebelumnya kami sempat berbincang mengenai kosakata daerah Jambi yang ada di KBBI. Dan dari obrolan itu, beliau menyampaikan niat untuk mengundang saya manakala acara terkait KBBI tersebut digelar di sini.

Dan begitulah, walau rasa gatal jauh berkurang. Benjolan tak lagi muncul, namun bekasnya masih ada termasuk benjolan yang belum cukup umur untuk meletus sendiri. Tak hanya di badan, tapi juga di wajah.  Tapi, mudah-mudahan besok sudah bisa ngantor juga hadir di acara Kantor Bahasa. Tak apalah buruk rupa karena kalau mau pintar tak perlu malu. Tanyalah Enong. Taukan Enong? Coba deh tanya Andrea Hirata.

 

Published bydeddy rachmawan

sarjana pertanian peladang kata-kata / pewarta yang lagi belajar-belajar sejarah

No Comments

Post a Comment