Dahlan Iskan, Dua Tangis dan Ribuan Taggar

Riwayat cerita ini saya peroleh dari istri saya. Ia mendapat cerita dari temannya yang punya teman.

Suatu hari di bandara, beberapa tahun silam. Entah karena kehabisan tiket pesawat atau karena ketinggalan pesawat, yang jelas hari itu ia mengalami masalah di bandara. temannya teman istri saya dibuat panik. Ia wanita. Hari sudah malam.

Yang terjadi kemudian adalah, ada pria yang menolongnya. Ia dibelikan tiket untuk berangkat malam itu juga.
Temannya teman istri saya itu baru menyadari sosok pria baik itu, beberapa lama kemudian. Ternyata ia ditolong dahlan iskan. Iya, dahlan iskan bos jawa pos grup, mantan dirut pln juga mantan menteri bumn. Begitu ceritanya.

Saya yakin mendapati berita dahlan iskan diterungku oleh kejaksaan, temannya teman istri saya ini tak percaya dahlan bersalah.
Kalau saya, seberapa yakin dahlan bersalah?

Sebagai bos koran terbesar di jawa timur, sebagai orang pemilik “simbol” Mercy seharga sekira Rp 3 miliar di perutnya, tak terbantahkan kalok dahlan orang kaya.

Saya percaya ucapannya seperti di video penahanannya yang diviralkan itu.

Tapi memang bisa saja, dari penjualan itu ada yang mengalir ke temannya dahlan atau temannya teman dahlan.

Dan jujur, kepercayaan saya itu kadang terusik begitu mengetahui buruk laku orang2 dahlan di daerah yg saya pernah bersentuhan dengannya. Sampai di sini baiknya tak saya teruskan cerita. Saya diam saja sebagaimana diamnya ketika hak2 saya dulu tak ditunaikan.dan juga diamnya mereka.

Jadi bersalahkan dahlan?
Ditengah penegakan hukum yang masih bermasalah, tunggu sajalah. Saya tak ikut-ikutan membela, mendukung atau merundungnya. Apalagi dengan taggar save save an itu.
Cuma tetiba jd pengin baca2 lagi Ganti Hati, karena cuma itu buku dahlan yg saya punya . Tidak dengan sepatu dahlan atau dua tangis dan ribuan taggar eh ribuan tawa ding.

Foto: Tribunnews

Hikayat Pesawat Amerika di Dasar Batanghari

 

Beberapa alat berat, mesin penyedot lumpur tampak disiapkan di tepi Sungai Batanghari pada 26 Juli 1991. Sejumlah orang dari Korem 042/Garuda Putih dan pihak terkait meriung (berkumpul). Mereka mewujudkan gagasan yang lahir dua bulan sebelumnya pada Sidang Paripurna Veteran RI. Itulah awal proses pengangkatan bangkai pesawat Catalina RI 005 dari Sungai Batanghari.

Pesawat jenis amfibi beregister RI 005 itu memang berumur pendek. Diproduksi di Amerika pada 1942, Catalina RI 005 harus tenggelam enam tahun kemudian, persisnya pada 29 Desember 1948. Padahal di tahun 1947 pemerintah Indonesia baru menyewa pesawat berbaling-baling itu.

Belakangan, Komandan Sub Teritorial Jambi Kolonel Abunjani menyebut pesawat yang awalnya beregister VHROP itu sudah dibeli oleh Indonesia.

Terpendam selama 43 tahun membuat evakuasi bangkai pesawat yang bisa mendarat di air itu tak mudah. Penyelam dihadapkan pada tebalnya sedimentasi lumpur juga derasnya arus Sungai Batanghari.Continue Reading

Pejuang Pariwisata Kerinci

Sudah lama saya terpesona dengan keindahan daerah dataran tinggi ini. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di sana pada tahun 2000. Alam Kerinci yang hijau lagi natural memang meneduhkan mata.

Lupakan soal jauhnya jarak. Buruknya infrastrukur. Ekstremnya medan. Yakinlah semua akan terbayar. Dan tentu aksesibilitas Kerinci 16 tahun lalu, dibanding kini sangat jauh perbedaanya. Tangan-tangan pembangunan sudah menyentuhnya jauh lebih baik. Continue Reading